Pandemic Covid-19 Di Indonesia
Perkembangan dan Menghadapi wabah Virus Corona di Indonesia
Update terbaru jumlah kasus virus corona ( COVID-19) di Indonesia kembali diumumkan pada sore hari ini.
Perkembangan kasus COVID-19 disampaikan secara langsung oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona di Indonesia.
Update virus corona di Indonesia, per Selasa sore, 14 Juli 2020 diumumkan Achmad Yurianto di Jakarta dalam kesempatan jumpa Pers di Media Center Gugus Tugas COVID-19.
Dalam pengumuman yang disampaikan Achmad Yurianto menyampaikan ada penambahan jumlah kasus pasien positif COVID-19.
Achmad Yurianto Mengungkapkan sebanyak 23.001 spesimen telah diperiksa dan menghasilkan penambahan kasus positif.
Hingga selasa 14 Juli 2020 jumlah korban yang diidentifikasi terjangkit virus corona berdasarkan pernyataan Achmad Yurianto bertambah hingga 1.591 orang.
" Kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.591 orang sehingga totalnya kita sekarang telah mencapai 78.572 orang ", ujar Achmad Yurianto
Kemudian,untuk pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, Achmad Yurianto menyebutjan adanya pertambahan sebanyak 947 orang sehingga total menjadi 37. 572 orang.
" Total kasus sembuh baru yang kita temukan sebanyak 947 orang, menjadi total 37.572 orang ", ujar Yuri
Sedangkan untuk kasus dengan kematian bertambah 54 orang, sehingga total 3.710 pasien yang meninggal dunia.
" 54 orang meninggal dunia, total kematian menjadi 3.710 orang ", tuturnya
Adapun jumlah orang yang dinyatakan sebagai suspek sebanyak 46.701 orang, dengan sebagian besar telah selesai dari pantauan tenaga medis.
Persebaran virus corona sendiri telah mencapai 461 kota/kabupaten dari 34 provinsi.
Lima provinsi yang laporkan penambahan tertinggi per 26 Juni 2020 ialah Jawa Timur ( 353 kasus baru ), DKI Jakarta ( 268 kasus baru ), Sulawesi Selatan ( 197 kasus baru ), Kalimantan Selatan ( 161 kasus baru ), Sumatera Utara ( 130 kasus baru ), dan Bali ( 101 kasus baru )
Sebagaimana diberitakan PikiranRakyat.com sebelumnya, jumlah penambahan kasus pada Senin sore, 13 Juli 2020 mencapai 1.282 orang.
Diketahui bahwa jumlah kasus kemarin terdapat 76.981 orang yang divonis postif COVID-19.
Angka pasien sembuh kemarin sudah menembus 36.689 orang, sedangkan jumlah kasus meninggal dunia menembus angka 3.656 pasien.
Zona - Zona di Indonesia
Pemerintah kembali memperbarui peta zona risiko penularan virus Corona. Per tanggal 12 Juli terdapat 31 daerah pada zona merah dan 102 zona hijau.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengungkap bahwa pembagian zonasi ini berdasarkan risiko penularan virus Corona. Data dirangkum setiap minggu, tanggal 12 Juli 2020 dari total 514 kabupaten/kota. Berikut datanya:
Zona risiko tinggi (zona merah): 31 kabupaten/kota
Zona risiko sedang (zona oranye): 177 kabupaten/kota
Zona risiko rendah (zona kuning): 204 kabupaten/kota
Zona tanpa kasus baru (zona hijau): 48 kabupaten/kota
Tidak terdampak (zona hijau): 54 kabupaten/kota
Wiko menyebut zona penularan virus Corona ini bergerak sangat dinamis. Dia juga mencontohkan perkembangan zona merah dalam 4 minggu terakhir.
"Bahwa perkembangan untuk daerah kabupaten kota dengan risiko tinggi berubah-ubah mulai dari 21 persen, turun menjadi 12 persen, 9 persen dan pada tanggal 12 Juli menjadi 6 persen," katanya.
"Hal ini menunjukkan zonasi ini sangat dinamis dan kecenderungannya selam ini minimal 7 minggu terjadi peningkatan, tetapi kewaspadaan terus waspada untuk menjadi zonasi ini makin lama menjadi makin baik," imbuhnya.
Berikut adalah data zona risiko penularan Corona per 12 Juli 2020:
54 Kabupaten/Kota tidak terdampak (Zona Hijau):
Provinsi Papua Barat
- Tambrauw
- Maybrat
- Pegunungan Arfak
- Sorong Selatan
Povinsi Maluku
- Kepulauan Aru
- Maluku Tenggara Barat
Kepulauan Riau
- Natuna
- Lingga
- Kepulauan Anambas
Sulawesi Tengah
- Tojo Una-Una
Sulawesi Utara
- Bolaang Mangondow Timur
Aceh
- Pidie Jaya
- Nagan Raya
- Kota Subulussalam
- Aceh Singkil
- Aceh Tenggara
- Aceh Tengah
- Aceh Timur
Papua
- Yahukimo
- Mappi
- Dogiyai
- Paniai
- Tolikara
- Yalimo
- Deiyai
- Asmat
- Lanny Jaya
- Puncak
- Memberamo Raya
- Nduga
- Pegunungan Bintang
- Intan Jaya
Kalimantan Timur
-Mahakam Ulu
Bengkulu
- Lebong
Lampung
- Mesuji
Sulawesi Tenggara
- Konawe Kepulauan
NTT
- Ngada
- Sumba Tengah
- Alor
- Lembata
- Malaka
- Sabu Raijua
- Timor Tengah Utara
- Manggarai Timur
- Kupang
- Belu
Riau
- Rokan Hilir
Sumetera Utara
- Nias Barat
- Pakpak Bharat
- Nias
- Mandailing Natal
- Padang Lawas
- Nias Utara
- Humbang Hasundutan
- Nias Selatan
48 Kabupaten/Kota tidak ada kasus (Zona Hijau):
Sumatera Barat
- Kota Sawahlunto
- Kota Periaman
- Kota Solok
- Pasaman Barat
Papua Barat
- Manokwari Selatan
- Teluk Bintuni
Sulawesi Tengah
- Banggai Kepulauan
- Buol
Sulawesi Tenggara
- Buton Utara
Sulawesi Barat
- Mamuju Utara
Sulawesi Utara
- Bolaang Mangondow Utara
- Bolaang Mongondow Selatan
Bangka Belitung
- Bangka Barat
- Belitung Timur
Riau
- Kepulauan Meranti
- Siak
NTT
- Flores Timur
- Rote Ndao
- Timor Tengah Selatan
Gorontalo
- Boalemo
Sumatera Selatan
- Odan Kemering Ulu Selatan
Maluku
- Buru Selatan
Maluku Utara
- Pulau Taliabu
Lampung
- Tulang Bawang
- Tulang Bawang Barat
- Way Kanan
- Pesawaran
Bengkulu
- Bengkulu Selatan
- Kaur
- Mukomuko
- Seluma
- Bengkulu Utara
Papua
- Mambaremo Tengah
- Boven Digoel
Kalimantan Tengah
- Sukamara
Kalimantan Barat
- Kapuas Hulu
- Kayong Selatan
- Bengkayong
- Sekadau
Jambi
- Bungo
- Tanjung Jabung Timur
- Tebo
- Merangin
Aceh
- Aceh Barat Daya
- Pidie
- Seimulue
- Gayo Lues
- Bener Meriah
31 Kabupaten/Kota zona risiko tinggi (zona merah):
Sumatera Utara
- Deli Serdang
- Kota Medan
Sulawesi Utara
- Minahasa Utara
- Kota Bitung
Sulawesi Selatan
- Bantaeng
- Kota Makassar
Papua
- Kota Jayapura
Nusa Tenggara Barat
- Kota Mataram
Maluku Utara
- Kota Ternate
Kalimantan Tengah
- Kotawaringin Barat
Kalimantan Selatan
- Tanah Laut
- Kota Banjarbaru
- Tapin
- Banjar
- Balangan
- Tabalong
- Kota Banjarmasin
Jawa Timur
- Gresik
- Kota Mojokerto
- Mojokerto
- Kota Surabaya
- Bojonegoro
- Sidoarjo
Jawa Tengah
- Kota Semarang
Gorontalo
- Kota Gorontalo
- Bone Bolango
DKI Jakarta
- Jakarta Pusat
- Jakarta Barat
- Jakarta Timur
- Jakarta Utara
Bali
-Karangasem
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengungkap bahwa pembagian zonasi ini berdasarkan risiko penularan virus Corona. Data dirangkum setiap minggu, tanggal 12 Juli 2020 dari total 514 kabupaten/kota. Berikut datanya:
Zona risiko tinggi (zona merah): 31 kabupaten/kota
Zona risiko sedang (zona oranye): 177 kabupaten/kota
Zona risiko rendah (zona kuning): 204 kabupaten/kota
Zona tanpa kasus baru (zona hijau): 48 kabupaten/kota
Tidak terdampak (zona hijau): 54 kabupaten/kota
Wiko menyebut zona penularan virus Corona ini bergerak sangat dinamis. Dia juga mencontohkan perkembangan zona merah dalam 4 minggu terakhir.
"Bahwa perkembangan untuk daerah kabupaten kota dengan risiko tinggi berubah-ubah mulai dari 21 persen, turun menjadi 12 persen, 9 persen dan pada tanggal 12 Juli menjadi 6 persen," katanya.
"Hal ini menunjukkan zonasi ini sangat dinamis dan kecenderungannya selam ini minimal 7 minggu terjadi peningkatan, tetapi kewaspadaan terus waspada untuk menjadi zonasi ini makin lama menjadi makin baik," imbuhnya.
Berikut adalah data zona risiko penularan Corona per 12 Juli 2020:
54 Kabupaten/Kota tidak terdampak (Zona Hijau):
Provinsi Papua Barat
- Tambrauw
- Maybrat
- Pegunungan Arfak
- Sorong Selatan
Povinsi Maluku
- Kepulauan Aru
- Maluku Tenggara Barat
Kepulauan Riau
- Natuna
- Lingga
- Kepulauan Anambas
Sulawesi Tengah
- Tojo Una-Una
Sulawesi Utara
- Bolaang Mangondow Timur
Aceh
- Pidie Jaya
- Nagan Raya
- Kota Subulussalam
- Aceh Singkil
- Aceh Tenggara
- Aceh Tengah
- Aceh Timur
Papua
- Yahukimo
- Mappi
- Dogiyai
- Paniai
- Tolikara
- Yalimo
- Deiyai
- Asmat
- Lanny Jaya
- Puncak
- Memberamo Raya
- Nduga
- Pegunungan Bintang
- Intan Jaya
Kalimantan Timur
-Mahakam Ulu
Bengkulu
- Lebong
Lampung
- Mesuji
Sulawesi Tenggara
- Konawe Kepulauan
NTT
- Ngada
- Sumba Tengah
- Alor
- Lembata
- Malaka
- Sabu Raijua
- Timor Tengah Utara
- Manggarai Timur
- Kupang
- Belu
Riau
- Rokan Hilir
Sumetera Utara
- Nias Barat
- Pakpak Bharat
- Nias
- Mandailing Natal
- Padang Lawas
- Nias Utara
- Humbang Hasundutan
- Nias Selatan
48 Kabupaten/Kota tidak ada kasus (Zona Hijau):
Sumatera Barat
- Kota Sawahlunto
- Kota Periaman
- Kota Solok
- Pasaman Barat
Papua Barat
- Manokwari Selatan
- Teluk Bintuni
Sulawesi Tengah
- Banggai Kepulauan
- Buol
Sulawesi Tenggara
- Buton Utara
Sulawesi Barat
- Mamuju Utara
Sulawesi Utara
- Bolaang Mangondow Utara
- Bolaang Mongondow Selatan
Bangka Belitung
- Bangka Barat
- Belitung Timur
Riau
- Kepulauan Meranti
- Siak
NTT
- Flores Timur
- Rote Ndao
- Timor Tengah Selatan
Gorontalo
- Boalemo
Sumatera Selatan
- Odan Kemering Ulu Selatan
Maluku
- Buru Selatan
Maluku Utara
- Pulau Taliabu
Lampung
- Tulang Bawang
- Tulang Bawang Barat
- Way Kanan
- Pesawaran
Bengkulu
- Bengkulu Selatan
- Kaur
- Mukomuko
- Seluma
- Bengkulu Utara
Papua
- Mambaremo Tengah
- Boven Digoel
Kalimantan Tengah
- Sukamara
Kalimantan Barat
- Kapuas Hulu
- Kayong Selatan
- Bengkayong
- Sekadau
Jambi
- Bungo
- Tanjung Jabung Timur
- Tebo
- Merangin
Aceh
- Aceh Barat Daya
- Pidie
- Seimulue
- Gayo Lues
- Bener Meriah
31 Kabupaten/Kota zona risiko tinggi (zona merah):
Sumatera Utara
- Deli Serdang
- Kota Medan
Sulawesi Utara
- Minahasa Utara
- Kota Bitung
Sulawesi Selatan
- Bantaeng
- Kota Makassar
Papua
- Kota Jayapura
Nusa Tenggara Barat
- Kota Mataram
Maluku Utara
- Kota Ternate
Kalimantan Tengah
- Kotawaringin Barat
Kalimantan Selatan
- Tanah Laut
- Kota Banjarbaru
- Tapin
- Banjar
- Balangan
- Tabalong
- Kota Banjarmasin
Jawa Timur
- Gresik
- Kota Mojokerto
- Mojokerto
- Kota Surabaya
- Bojonegoro
- Sidoarjo
Jawa Tengah
- Kota Semarang
Gorontalo
- Kota Gorontalo
- Bone Bolango
DKI Jakarta
- Jakarta Pusat
- Jakarta Barat
- Jakarta Timur
- Jakarta Utara
Bali
-Karangasem
Dampak COVID-19 di Indonesia
Virus corona sudah menyebar hampir ke seluruh dunia. Bahkan, di Indonesia ditemukan dua kasus positif virus corona. Menyebarnya virus corona membawa dampak buruk bagi Indonesia, terutama dari sisi ekonomi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengatakan wabah virus corona sangat berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Bukan hanya produksi barang saja yang terganggu, investasi pun menjadi terhambat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2020 sebanyak 1,27 juta orang, menurun 7,62 persen dibandingkan Desember 2019. Sementara untuk periode yang sama di 2019, mengalami kenaikan 5,85 persen.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa, Yunita Rusanti mengatakan, dampak virus corona pada bulan Januari secara keseluruhan tidak begitu mengganggu sektor pariwisata. Penurunan terpantau di minggu terakhir.
"Dampak corona itu mulai kelihatan signifikan di minggu-minggu terakhir (Januari). China, Singapura, Malaysia, itu turun di minggu terakhir akibat pengaruh corona, meski secara total masih ada kenaikan," kata, Yunita Rusanti di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (2/3).
Wisman yang datang ke Indonesia didominasi oleh warga negara asal Malaysia sebanyak 206 ribu orang atau 16,2 persen. Wisman asal China menempati urutan kedua yaitu sebanyak 181,3 ribu orang atau 14,3 persen.
Kemudian disusul wisman Singapura sebanyak 138,6 ribu orang atau 10,9 persen, wisman Australia 117,3 juta orang atau 9,2 persen dan wisman Timor Leste sebanyak 110,4 ribu orang atau 8,7 persen. Sisanya berasal dari berbagai negara sebanyak 528 ribu orang atau 40,7 persen.
Jemaah Indonesia Batal Berangkat Umrah
Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Hal itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.
Akibatnya, Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan sementara jemaahnya yang hendak ibadah umrah. Sebanyak 4.078 jemaah dinyatakan batal berangkat. Di luar itu, terdapat 1.685 jemaah di antaranya yang tertahan di negara transit, saat ini dalam proses dipulangkan ke Tanah Air.
"Jemaah Indonesia yang terdampak karena tidak berangkat pada tanggal 27 Februari 2020 sebanyak 2.393 jemaah," kata Menteri Agama Fachrul Razi ketika menghadiri rapat penanganan jemaah umrah pasca penghentian ibadah umrah di Kantor Kementerian Agama Pusat, Jakarta, Jumat (28/2/2020).
"Di luar itu, tercatat sejumlah 1.685 jemaah yang tertahan di negara ketiga pada saat transit. Saat ini sedang dalam proses dipulangkan kembali oleh airline sesuai kontraknya," tambahnya.
Jemaah yang batal berangkat itu berasal dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang akan diangkut oleh delapan maskapai penerbangan. "Berasal dari 75 Penyelenggara PPIU dan diangkut oleh delapan maskapai penerbangan," katanya.
Sejumlah Barang Menjadi Mahal dan Langka
Akibat virus corona, beberapa barang seperti masker menjadi langka dan dijual dengan harga tinggi. Salah satunya, pemilik toko alat kesehatan Amifa Medica di Palembang, Desi mengatakan, masker diburu warga sejak sebulan terakhir setelah virus corona merebak. Banyaknya permintaan membuat pasokan semakin menipis dan harganya naik.
Dikatakan, masker biasa lebih dulu hilang dari pasaran. Terakhir, harganya naik cukup signifikan di kisaran Rp60 ribu-Rp80 ribu per boks namun tetap diburu warga. Saat ini, di tokonya hanya menyedihkan masker jenis N95 namun stoknya terbatas dan harganya pun naik dari biasanya. Satu boks berisi 20 lembar, kini dihargai Rp1,6 juta atau Rp85 ribu per lembarnya.
Tidak hanya masker, harga hand sanitizer atau cairan antiseptik juga mengalami kenaikan dari Rp160 ribu per botol menjadi Rp180 ribu. Warga pun tidak bisa membeli lebih dari dua botol karena menghindari aksi penimbunan.
Presiden Jokowi Sebut Virus Corona Rusak Tatanan Ekonomi Indonesia
Sementara itu, Presiden Jokowi menyebut wabah virus corona sangat berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Bukan hanya produksi barang saja yang terganggu, investasi pun menjadi terhambat.
"Sekali lagi saya ingatkan karena corona ini, demand rusak, supply rusak, produksi rusak. Demand termasuk di dalamnya tentu saja konsumsi dan investasi," ujar Presiden Jokowi dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara Jakarta, Rabu (4/3).
"Investasi yang mau masuk, sudah mau masuk karena ada corona ngerem. Hati-hati," sambungnya.
Selain itu, Presiden Jokowi menyebut permintaan barang pun menjadi terdampak. Sehingga, dia pun meminta agar segala prosedur yang menyulitkan produksi, dipermudah dan disederhanakan.
"Jangan sampai ada sekali lagi, ada prosedur-prosedur yang menyulitkan pada posisi sekarang ini (gara-gara virus corona) semua negara dalam posisi kesulitan," tuturnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengatakan wabah virus corona sangat berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Bukan hanya produksi barang saja yang terganggu, investasi pun menjadi terhambat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2020 sebanyak 1,27 juta orang, menurun 7,62 persen dibandingkan Desember 2019. Sementara untuk periode yang sama di 2019, mengalami kenaikan 5,85 persen.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa, Yunita Rusanti mengatakan, dampak virus corona pada bulan Januari secara keseluruhan tidak begitu mengganggu sektor pariwisata. Penurunan terpantau di minggu terakhir.
"Dampak corona itu mulai kelihatan signifikan di minggu-minggu terakhir (Januari). China, Singapura, Malaysia, itu turun di minggu terakhir akibat pengaruh corona, meski secara total masih ada kenaikan," kata, Yunita Rusanti di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (2/3).
Wisman yang datang ke Indonesia didominasi oleh warga negara asal Malaysia sebanyak 206 ribu orang atau 16,2 persen. Wisman asal China menempati urutan kedua yaitu sebanyak 181,3 ribu orang atau 14,3 persen.
Kemudian disusul wisman Singapura sebanyak 138,6 ribu orang atau 10,9 persen, wisman Australia 117,3 juta orang atau 9,2 persen dan wisman Timor Leste sebanyak 110,4 ribu orang atau 8,7 persen. Sisanya berasal dari berbagai negara sebanyak 528 ribu orang atau 40,7 persen.
Jemaah Indonesia Batal Berangkat Umrah
Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Hal itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.
Akibatnya, Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan sementara jemaahnya yang hendak ibadah umrah. Sebanyak 4.078 jemaah dinyatakan batal berangkat. Di luar itu, terdapat 1.685 jemaah di antaranya yang tertahan di negara transit, saat ini dalam proses dipulangkan ke Tanah Air.
"Jemaah Indonesia yang terdampak karena tidak berangkat pada tanggal 27 Februari 2020 sebanyak 2.393 jemaah," kata Menteri Agama Fachrul Razi ketika menghadiri rapat penanganan jemaah umrah pasca penghentian ibadah umrah di Kantor Kementerian Agama Pusat, Jakarta, Jumat (28/2/2020).
"Di luar itu, tercatat sejumlah 1.685 jemaah yang tertahan di negara ketiga pada saat transit. Saat ini sedang dalam proses dipulangkan kembali oleh airline sesuai kontraknya," tambahnya.
Jemaah yang batal berangkat itu berasal dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang akan diangkut oleh delapan maskapai penerbangan. "Berasal dari 75 Penyelenggara PPIU dan diangkut oleh delapan maskapai penerbangan," katanya.
Sejumlah Barang Menjadi Mahal dan Langka
Akibat virus corona, beberapa barang seperti masker menjadi langka dan dijual dengan harga tinggi. Salah satunya, pemilik toko alat kesehatan Amifa Medica di Palembang, Desi mengatakan, masker diburu warga sejak sebulan terakhir setelah virus corona merebak. Banyaknya permintaan membuat pasokan semakin menipis dan harganya naik.
Dikatakan, masker biasa lebih dulu hilang dari pasaran. Terakhir, harganya naik cukup signifikan di kisaran Rp60 ribu-Rp80 ribu per boks namun tetap diburu warga. Saat ini, di tokonya hanya menyedihkan masker jenis N95 namun stoknya terbatas dan harganya pun naik dari biasanya. Satu boks berisi 20 lembar, kini dihargai Rp1,6 juta atau Rp85 ribu per lembarnya.
Tidak hanya masker, harga hand sanitizer atau cairan antiseptik juga mengalami kenaikan dari Rp160 ribu per botol menjadi Rp180 ribu. Warga pun tidak bisa membeli lebih dari dua botol karena menghindari aksi penimbunan.
Presiden Jokowi Sebut Virus Corona Rusak Tatanan Ekonomi Indonesia
Sementara itu, Presiden Jokowi menyebut wabah virus corona sangat berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Bukan hanya produksi barang saja yang terganggu, investasi pun menjadi terhambat.
"Sekali lagi saya ingatkan karena corona ini, demand rusak, supply rusak, produksi rusak. Demand termasuk di dalamnya tentu saja konsumsi dan investasi," ujar Presiden Jokowi dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara Jakarta, Rabu (4/3).
"Investasi yang mau masuk, sudah mau masuk karena ada corona ngerem. Hati-hati," sambungnya.
Selain itu, Presiden Jokowi menyebut permintaan barang pun menjadi terdampak. Sehingga, dia pun meminta agar segala prosedur yang menyulitkan produksi, dipermudah dan disederhanakan.
"Jangan sampai ada sekali lagi, ada prosedur-prosedur yang menyulitkan pada posisi sekarang ini (gara-gara virus corona) semua negara dalam posisi kesulitan," tuturnya.
Solusi
Apa maksudnya? Dan bagaimana itu? Coba lihat grafik di atas! Bagian di atas garis putus-putus adalah banyaknya orang yang berisiko meninggal dunia karena virus corona. Sedangkan bagian yang berada di bawah menunjukkan orang-orang yang terjangkit.
Ketika grafik semakin mendekati garis horizontal, itu berarti semakin banyak orang yang terjangkit. Namun semakin sedikit tingkat kematian karena lebih banyak orang yang sembuh. Ini artinya, wabah akan segera berakhir.
Namun untuk mencapainya, butuh kerja sama dari semua elemen masyarakat. Termasuk pemerintah, tenaga medis, setiap individu, dan yang terpenting adalah kamu. Nah, berikut ini sejumlah langkah yang dilakukan berbagai negara untuk mengatasi wabah virus corona, yang telah terbukti berhasil, tapi butuh partisipasi kita bersama. Yuk, simak!
1. Social distancing
Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ini, tapi apa arti sesungguhnya? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), social distancing adalah pencegahan kontak dekat antara orang yang sehat dengan yang sakit untuk menghindari penularan penyakit. Para ahli menyebut bahwa upaya inilah yang paling efektif untuk menurunkan grafik yang sempat disinggung di atas.
Menurut CDC, banyak cara social distancing yang bisa kita terapkan. Berikut ini di antaranya:
Hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang;
Menjaga jarak minimal dua meter dari orang lain sebisa mungkin;
Jangan berpelukan, bersalaman, cipika cipiki, dan kontak fisik lainnya;
Hindari orang yang menunjukkan gejala sakit.
2. Work from home
Work from home atau bekerja dari rumah adalah salah satu cara social distancing yang kini telah banyak diterapkan untuk pekerja di Jabodetabek. Memang belum semuanya, tapi sudah cukup banyak kantor yang memberlakukan kebijakan anjuran CDC.
Bukan hanya untuk pekerja, work from home juga berlaku untuk murid sekolah dan mahasiswa. Bekerja dan belajar dari rumah merupakan langkah yang seharusnya cukup efektif menurunkan risiko penularan virus corona. Kita tidak akan bertemu banyak orang setiap hari, tidak perlu naik transportasi publik, pola makan dan kebersihan diri pun lebih terjaga.
3. Sebaiknya tidak pergi ke luar kota dan luar negeri
Sudah dengar imbauan pemerintah beberapa hari lalu? Untuk sementara waktu, sebaiknya kita tidak pergi ke luar kota dan luar negeri. Terlebih lagi untuk urusan tamasya. Memang sih, tiket pesawat dan akomodasi lain sedang murah-murahnya dan sepertinya sayang jika tidak dimanfaatkan.
Akan tetapi coba, deh, pikirkan konsekuensinya. Untuk kamu yang masih muda mungkin tidak terlalu khawatir tertular. Namun perlu diketahui bahwa kamu bisa menjadi carrier virus tanpa menampakkan gejala apa pun. Kemudian kamu bisa menularkannya ke orang lain yang lebih rentan. Gak mau itu terjadi, kan?
4. Pertimbangan untuk Lockdown pada wilayah yang terinfeksi berat
Belakangan banyak orang yang khawatir terjadinya lockdown, yaitu protokol darurat yang mencegah orang pergi dan masuk ke sebuah wilayah. Kebijakan ini sempat terjadi di Wuhan (Tiongkok), Daegu (Korea Selatan), dan yang terbaru adalah sejumlah kota di Italia.
Saat lockdown terjadi biasanya sekolah ditutup, pekerja diwajibkan untuk work from home, semua acara dibatalkan, dan intinya semua orang tidak disarankan untuk keluar dari rumah. Walaupun cara ini sering kali membuat warga stres, pengaruhnya dalam memperlambat laju virus cukup signifikan.
Menurut studi terbaru yang diterbitkan oleh medRxiv, upaya lockdown kota Wuhan, Tiongkok berhasil mengurangi 202 ribu kasus virus corona. Upaya ini juga berhasil mengurangi polusi udara di negara tersebut secara drastis sehingga gejala pada pasien pun mereda.
5. Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang harus tetap beraktivitas di luar?
Melakukan cara-cara di atas tentu bukanlah persoalan yang mudah. Ada pekerjaan tertentu yang memaksa kita untuk beraktivitas di luar dan keramaian. Contohnya tenaga medis, pegawai pelayanan publik, pegawai retail, dan mereka yang dibayar harian.
Jika kamu termasuk ke dalam golongan tersebut, gak perlu memaksakan diri. Cukup jaga dirimu, kesehatanmu, dan kebersihanmu. Virus tidak akan menginfeksi jika kamu memiliki sistem imun yang kuat.
Ketika grafik semakin mendekati garis horizontal, itu berarti semakin banyak orang yang terjangkit. Namun semakin sedikit tingkat kematian karena lebih banyak orang yang sembuh. Ini artinya, wabah akan segera berakhir.
Namun untuk mencapainya, butuh kerja sama dari semua elemen masyarakat. Termasuk pemerintah, tenaga medis, setiap individu, dan yang terpenting adalah kamu. Nah, berikut ini sejumlah langkah yang dilakukan berbagai negara untuk mengatasi wabah virus corona, yang telah terbukti berhasil, tapi butuh partisipasi kita bersama. Yuk, simak!
1. Social distancing
Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ini, tapi apa arti sesungguhnya? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), social distancing adalah pencegahan kontak dekat antara orang yang sehat dengan yang sakit untuk menghindari penularan penyakit. Para ahli menyebut bahwa upaya inilah yang paling efektif untuk menurunkan grafik yang sempat disinggung di atas.
Menurut CDC, banyak cara social distancing yang bisa kita terapkan. Berikut ini di antaranya:
Hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang;
Menjaga jarak minimal dua meter dari orang lain sebisa mungkin;
Jangan berpelukan, bersalaman, cipika cipiki, dan kontak fisik lainnya;
Hindari orang yang menunjukkan gejala sakit.
2. Work from home
Work from home atau bekerja dari rumah adalah salah satu cara social distancing yang kini telah banyak diterapkan untuk pekerja di Jabodetabek. Memang belum semuanya, tapi sudah cukup banyak kantor yang memberlakukan kebijakan anjuran CDC.
Bukan hanya untuk pekerja, work from home juga berlaku untuk murid sekolah dan mahasiswa. Bekerja dan belajar dari rumah merupakan langkah yang seharusnya cukup efektif menurunkan risiko penularan virus corona. Kita tidak akan bertemu banyak orang setiap hari, tidak perlu naik transportasi publik, pola makan dan kebersihan diri pun lebih terjaga.
3. Sebaiknya tidak pergi ke luar kota dan luar negeri
Sudah dengar imbauan pemerintah beberapa hari lalu? Untuk sementara waktu, sebaiknya kita tidak pergi ke luar kota dan luar negeri. Terlebih lagi untuk urusan tamasya. Memang sih, tiket pesawat dan akomodasi lain sedang murah-murahnya dan sepertinya sayang jika tidak dimanfaatkan.
Akan tetapi coba, deh, pikirkan konsekuensinya. Untuk kamu yang masih muda mungkin tidak terlalu khawatir tertular. Namun perlu diketahui bahwa kamu bisa menjadi carrier virus tanpa menampakkan gejala apa pun. Kemudian kamu bisa menularkannya ke orang lain yang lebih rentan. Gak mau itu terjadi, kan?
4. Pertimbangan untuk Lockdown pada wilayah yang terinfeksi berat
Belakangan banyak orang yang khawatir terjadinya lockdown, yaitu protokol darurat yang mencegah orang pergi dan masuk ke sebuah wilayah. Kebijakan ini sempat terjadi di Wuhan (Tiongkok), Daegu (Korea Selatan), dan yang terbaru adalah sejumlah kota di Italia.
Saat lockdown terjadi biasanya sekolah ditutup, pekerja diwajibkan untuk work from home, semua acara dibatalkan, dan intinya semua orang tidak disarankan untuk keluar dari rumah. Walaupun cara ini sering kali membuat warga stres, pengaruhnya dalam memperlambat laju virus cukup signifikan.
Menurut studi terbaru yang diterbitkan oleh medRxiv, upaya lockdown kota Wuhan, Tiongkok berhasil mengurangi 202 ribu kasus virus corona. Upaya ini juga berhasil mengurangi polusi udara di negara tersebut secara drastis sehingga gejala pada pasien pun mereda.
5. Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang harus tetap beraktivitas di luar?
Melakukan cara-cara di atas tentu bukanlah persoalan yang mudah. Ada pekerjaan tertentu yang memaksa kita untuk beraktivitas di luar dan keramaian. Contohnya tenaga medis, pegawai pelayanan publik, pegawai retail, dan mereka yang dibayar harian.
Jika kamu termasuk ke dalam golongan tersebut, gak perlu memaksakan diri. Cukup jaga dirimu, kesehatanmu, dan kebersihanmu. Virus tidak akan menginfeksi jika kamu memiliki sistem imun yang kuat.
Komentar
Posting Komentar